Pendahuluan Karsinoma Sel Renal
Karsinoma sel renal atau renal cell carcinoma (RCC) adalah kanker ginjal yang berasal dari epitel tubulus ginjal dan merupakan tipe kanker ginjal tersering pada dewasa. Karsinoma sel renal memiliki karakteristik heterogen, baik secara histopatologi maupun molekuler. Sebagian besar bersifat sporadik, berkembang akibat akumulasi mutasi somatik sepanjang hidup, dan umumnya muncul pada usia dewasa hingga lanjut dengan lesi yang soliter dan unilateral.[1,2]
Karsinoma sel renal herediter (hereditary renal cell carcinoma) merupakan subkelompok yang disebabkan oleh mutasi germline yang diturunkan, umumnya secara autosomal dominan, dan mencakup sekitar 5–8% dari seluruh kasus karsinoma sel renal. Dibandingkan tipe sporadik, bentuk herediter cenderung muncul pada usia lebih muda, sering bersifat bilateral dan multifokal, serta berkaitan dengan sindrom genetik tertentu seperti von Hippel–Lindau.[1,2]
Manifestasi klinis dapat berupa nyeri panggul atau pinggang, gross hematuria, dan massa abdomen. Selanjutnya, diagnosis karsinoma sel renal sering bersifat presumtif berdasarkan gambaran pencitraan, dengan konfirmasi histopatologi setelah reseksi.
Modalitas pencitraan yang digunakan adalah computed tomography (CT) scan dengan kontras multifasik untuk mendeteksi, menilai karakteristik massa ginjal, serta menentukan staging. Magnetic resonance imaging (MRI) atau ultrasonografi dapat dijadikan alternatif pemeriksaan.[1,2]
Sebagian besar kasus karsinoma sel renal ditemukan secara insidental melalui pencitraan (incidentaloma). Pemeriksaan laboratorium berperan sebagai penunjang, sedangkan pemeriksaan histopatologi dilakukan untuk konfirmasi definitif pascareseksi.[2-4]
Klasifikasi karsinoma sel renal meliputi aspek histopatologi dan stadium. Secara histologis, subtipe utama adalah clear cell renal cell carcinoma, papillary renal cell carcinoma, dan chromophobe renal cell carcinoma, dengan beberapa varian yang lebih jarang.
Penentuan stadium dilakukan menggunakan sistem Tumor, Node, Metastasis (TNM) berdasarkan ukuran dan invasi tumor, keterlibatan kelenjar getah bening, serta metastasis jauh, yang dikelompokkan menjadi stadium I–IV. Penilaian grading dilakukan untuk menentukan agresivitas tumor dan membantu penentuan prognosis serta terapi.[1–4]
Penatalaksanaan karsinoma sel renal ditentukan berdasarkan stadium dan kondisi pasien. Pada kasus terlokalisasi, terapi utama adalah pembedahan, dengan partial nephrectomy sebagai pilihan pada tumor kecil (cT1) untuk mempertahankan fungsi ginjal, sedangkan radical nephrectomy dilakukan bila reseksi parsial tidak memungkinkan. Pada pasien dengan risiko operasi tinggi atau tumor kecil, dapat dipertimbangkan active surveillance atau terapi ablasi.[1-3]
Pada kondisi medically inoperable dengan tumor lokal stadium cT1a hingga cT1b, stereotactic ablative radiotherapy (SABR) merupakan alternatif tata laksana pada karsinoma sel renal, namun belum menjadi terapi standar lini pertama. Sementara itu, pada penyakit lanjut atau metastatik, terapi sistemik berupa kombinasi targeted therapy dan imunoterapi merupakan pilihan utama.[3,4]
Penulisan pertama oleh: dr. Putri Kumala Sari
