Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Karsinoma Sel Renal general_alomedika 2026-06-04T09:59:05+07:00 2026-06-04T09:59:05+07:00
Karsinoma Sel Renal
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Karsinoma Sel Renal

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Etiologi karsinoma sel renal atau renal cell carcinoma (RCC) melibatkan interaksi antara faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup yang menyebabkan transformasi sel epitel tubulus ginjal menjadi sel ganas. Karsinoma sel renal merupakan keganasan ginjal tersering pada orang dewasa dan sebagian besar kasus terjadi secara sporadik.[1,7,9,10]

Faktor Genetik

Faktor genetik memainkan peran penting dalam etiologi karsinoma sel renal, terutama melalui mutasi gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel. Mutasi yang paling sering ditemukan adalah inaktivasi gen von Hippel–Lindau (VHL) yang berfungsi dalam degradasi hypoxia-inducible factor (HIF). Gangguan jalur ini menyebabkan peningkatan ekspresi faktor angiogenik yang mendorong angiogenesis dan pertumbuhan tumor.[7,9,10]

Selain itu, mutasi pada gen lain seperti polybromo 1 (PBRM1), BRCA1-associated protein 1 (BAP1), dan SET domain containing 2 (SETD2), juga berperan dalam regulasi kromatin dan ekspresi gen, yang berkontribusi terhadap karsinogenesis ginjal. Pada beberapa kasus, karsinoma sel renal terjadi sebagai bagian dari sindrom herediter seperti von Hippel–Lindau syndrome, hereditary leiomyomatosis, dan Birt-Hogg-Dubé syndrome.[7,9,10]

Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan berkontribusi melalui paparan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kerusakan DNA dan stres oksidatif. Paparan bahan kimia seperti logam berat, pelarut organik, dan zat industri tertentu telah dikaitkan dengan peningkatan risiko karsinoma sel renal. Selain itu, paparan jangka panjang terhadap toksin lingkungan dapat memicu inflamasi kronis yang berperan dalam proses karsinogenesis.[7,9]

Kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan lingkungan internal tubuh, seperti penyakit ginjal kronik dan penggunaan dialisis jangka panjang, juga meningkatkan risiko karsinoma sel renal akibat perubahan struktural dan proliferatif pada jaringan ginjal.[7,10]

Faktor Gaya Hidup

Gaya hidup merupakan faktor penting dalam etiologi karsinoma sel renal, terutama karena kontribusinya terhadap stres oksidatif dan gangguan metabolik. Merokok merupakan faktor risiko utama yang meningkatkan kejadian karsinoma sel renal melalui paparan zat karsinogen yang merusak DNA sel ginjal. Obesitas juga berperan melalui mekanisme resistensi insulin, perubahan hormonal, dan inflamasi kronis yang mendukung pertumbuhan tumor.[7,9]

Selain itu, hipertensi dan penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dikaitkan dengan peningkatan risiko pada beberapa studi. Faktor-faktor ini berkontribusi terhadap kerusakan jaringan ginjal dan menciptakan lingkungan yang mendukung transformasi sel menjadi ganas.[7,9]

Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya karsinoma sel renal dibagi menjadi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi.[1,7,9,10]

Faktor Risiko Yang Tidak Dapat Dimodifikasi

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi meliputi karakteristik individu dan faktor genetik, yaitu:

  • Usia lanjut: dengan peningkatan risiko terutama pada usia di atas 60 tahun.
  • Jenis kelamin: laki-laki memiliki insidensi karsinoma sel renal lebih tinggi dibandingkan perempuan.
  • Riwayat keluarga meningkatkan risiko terutama bila terdapat anggota keluarga derajat pertama yang terkena.
  • Sindrom genetik herediter: von Hippel–Lindau syndrome, hereditary leiomyomatosis, dan Birt-Hogg-Dubé syndrome, yang berkaitan dengan mutasi gen spesifik.[7,9,10]

Faktor Risiko Yang Dapat Dimodifikasi

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi meliputi beberapa kondisi yang berhubungan dengan gaya hidup dan paparan lingkungan, yaitu:

  • Merokok meningkatkan risiko karsinoma sel renal melalui paparan zat karsinogen yang menyebabkan kerusakan DNA sel ginjal.
  • Obesitas berkontribusi melalui resistensi insulin, perubahan hormonal, dan inflamasi kronis.
  • Hipertensi berkaitan dengan kerusakan vaskular dan stres oksidatif pada ginjal.
  • Paparan zat kimia berbahaya, seperti logam berat dan pelarut organik di lingkungan kerja.
  • Penggunaan jangka panjang analgesik, termasuk OAINS, yang dapat memengaruhi fungsi ginjal.
  • Penyakit ginjal kronik dan dialisis jangka panjang meningkatkan risiko akibat perubahan struktural dan proliferatif jaringan ginjal.[7,9,10]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Putri Kumala Sari

Referensi

1. Bex A, et al. European Association of Urology (EAU) Guidelines on Renal Cell Carcinoma 2026. Arnhem: EAU Guidelines Office; 2026. https://d56bochluxqnz.cloudfront.net/documents/full-guideline/EAU-Guidelines-on-Renal-Cell-Carcinoma-2026.pdf
7. Raghavendra AS, Kumar P, Sharma R, et al. Brief Note on Etiology and Pathophysiology Involved in Renal Cell Carcinoma. Journal of Clinical & Cellular Immunology. 2023. https://www.longdom.org/open-access/brief-note-on-etiology-and-pathophysiology-involved-in-renal-cell-carcinoma-104022.html
9. Sachdeva K. Renal Cell Carcinoma. Medscpe. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/281340-overview#a4
10. National Cancer Institute. Genetics of Renal Cell Carcinoma (PDQ®)–Health Professional Version. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025. https://www.cancer.gov/types/kidney/hp/renal-cell-carcinoma-genetics.

Patofisiologi Karsinoma Sel Renal
Epidemiologi Karsinoma Sel Renal
Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 7 jam yang lalu
Tersedia SKP Baru⭐! Tukarkan Alomedika Point dengan e-Course ber-SKP Kemenkes!
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter. e-Course Terbaru ber SKP hadir di Alomedika! Saatnya dokter menukarkan Alomedika Point yang telah dikumpulkan dengan e-Course ber-SKP secara...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 8 jam yang lalu
H-7! Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes Integrasi AI dalam Alur Kerja Klinik: Pendukung Praktik Sehari-hari - Senin, 22 Juni 2026, Jam: 10.00-11.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
ALO Dokter.Daftar disini: https://www.alomedika.com/webinar/integrasi-ai-dalam-alur-kerja-klinik-pendukung-praktik-sehari-hari?type=single AI dalam praktik...
Anonymous
Dibalas 12 Juni 2026, 07:53
Konstipasi pada bayi berusia 5 minggu atau 1 bulan 8 hari
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, izin bertanya ada pasien bayi usia 1 bulan 8 hari. Keluhan 3 hari ini sering meneran sampai menangis tampak seperti kesakitan dan gumoh. Bab yang...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.