Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Limfangitis general_alomedika 2023-01-27T09:23:33+07:00 2023-01-27T09:23:33+07:00
Limfangitis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diganosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Limfangitis

Oleh :
dr. Reren Ramanda
Share To Social Media:

Saat ini, data epidemiologi limfangitis secara global belum diketahui secara pasti. Begitu juga dengan epidemiologi limfangitis di Indonesia, belum ada data resmi mengenai penyakit ini.

Global

Secara global, belum ada data mengenai prevalensi limfangitis. Namun, prevalensi limfangitis dapat berkaitan dengan pasien dengan kondisi limfedema, yang mencapai 7,95% berdasarkan studi yang dilakukan oleh Park et al. terhadap pasien di Korea Selatan. Menurut World Health Organization (WHO), prevalensi filariasis yang merupakan salah satu penyebab limfangitis di dunia, saat ini mencapai lebih dari 120.000.000 orang dengan sebaran pada daerah tropis dan subtropis.[7,8]

Indonesia

Di Indonesia, belum ada data mengenai epidemiologi limfangitis yang pasti. Wuchereria bancrofti adalah salah satu penyebab terjadinya penyakit filariasis dengan manifestasi berupa limfangitis akut. Pada tahun 2010-2018, lima provinsi dengan kasus filariasis terbanyak adalah Papua (3.615 kasus), Nusa Tenggara Timur )1.524 kasus), Jawa Barat (781 kasus), Papua Barat (622 kasus), dan Aceh (578 kasus).[9]

Mortalitas

Limfangitis merupakan suatu penyakit yang bersifat progresif. Morbiditas dan mortalitas limfangitis berhubungan dengan organisme penyebabnya serta dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa hari. Bila disebabkan oleh group A beta-hemolytic Streptococcus (GABHS), komplikasi berat, mulai dari bakteremia, sepsis, hingga berujung pada kematian dapat saja terjadi.[1]

Referensi

1. Pitetti,RD. Lymphangitis. Medscape. 2018. Available from : https://emedicine.medscape.com/article/966003-overview
7. Park,SI et al. Prevalence and Epidemiological Factors Involved in Cellulitis in Korean Patients With Lymphedema. Ann Rehabil Med. 2016;40(2):326–333. Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4855128/
8. WHO. Lymphatic filariasis. Available from : https://www.who.int/lymphatic_filariasis/epidemiology/en/
9. Kemenkes RI. Epidemiologi Filariasis di Indonesia. Buletin Jendela. Volume 1 Juli 2010. Available from : http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-filariasis.pdf

Etiologi Limfangitis
Diganosis Limfangitis
Diskusi Terbaru
dr.Nurh Syada
Dibalas 18 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Navigasi Kasus Saraf di Era AI: Memecahkan Dilema Akut hingga Kronis - Kamis, 19 November 2026 Jam: 10.00-11.30 WIB
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter!Link daftarnya:https://www.alomedika.com/webinar/navigasi-kasus-saraf-di-era-ai-memecahkan-dilema-akut-hingga-kronis?type=singleLink...
dr. Lathifa Dinar
Dibalas 21 jam yang lalu
Pasien Mendadak Buta dan Visus Menurun Mendadak, Pasti Glaukoma?!
Oleh: dr. Lathifa Dinar
1 Balasan
Pasien berusia 45 tahun datang ke layanan primer dengan keluhan penglihatan mata kiri tiba-tiba menghilang sejak 30 menit yang lalu. Beberapa minggu terakhir...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 18 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Glaukoma 2026: New Approach pada Mata Merah - Rabu, 11 November 2026 Jam: 14.00-15.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
Kerusakan saraf optik akibat glaukoma bisa terjadi diam-diam! Pasien dapat datang tanpa keluhan, padahal kerusakan sudah berlangsung tanpa disadari. Karena...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.