Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Methylprednisolone general_alomedika 2026-04-29T15:05:52+07:00 2026-04-29T15:05:52+07:00
Methylprednisolone
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Methylprednisolone

Oleh :
dr.Eveline Yuniarti
Share To Social Media:

Pengawasan klinis pada pemberian methylprednisolone perlu mencakup pengawasan terhadap efek samping berat seperti supresi adrenal. Ini terutama relevan pada penggunaan dosis besar atau jangka panjang.

Pemantauan awal pada penggunaan methylprednisolone umumnya mencakup evaluasi respons klinis terhadap terapi (perbaikan gejala inflamasi atau autoimun) serta deteksi dini efek samping akut, seperti hiperglikemia, hipertensi, retensi cairan, dan perubahan status mental. Pada pasien dengan komorbid seperti diabetes atau penyakit kardiovaskular, pemantauan parameter ini diperlukan karena kortikosteroid dapat memperburuk kondisi yang sudah ada.

Selain itu, perlu dilakukan pengawasan terhadap risiko infeksi akibat efek imunosupresif. Pasien harus dipantau terhadap tanda-tanda infeksi baru atau reaktivasi infeksi laten, dan pada penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi, dapat dipertimbangkan skrining atau profilaksis. Pemantauan laboratorium juga perlu mencakup kadar glukosa darah, elektrolit, serta fungsi ginjal dan hati, untuk mendeteksi gangguan metabolik yang mungkin timbul selama terapi.

Dalam penggunaan jangka menengah hingga panjang, perhatian khusus diberikan pada supresi aksis hipotalamus–hipofisis–adrenal (HPA axis), osteoporosis, dan efek metabolik kronis. Oleh karena itu, penghentian obat tidak boleh dilakukan secara mendadak, melainkan melalui tapering bertahap untuk mencegah insufisiensi adrenal.

Selain itu, pemantauan densitas tulang, status nutrisi, serta evaluasi pertumbuhan pada anak juga diperlukan pada pengawasan klinis jangka panjang.[2,3,13,15,18]

 

 

Penulisan pertama: dr. Tanessa Audrey Wihardji

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

2. MIMS. Methylprednisolone. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/methylprednisolone?mtype=generic
3. Drugbank. Methylprednisolone. 2026. https://go.drugbank.com/drugs/DB00959
13. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Formularium Spesialistik Ilmu Kesehatan Anak. 2013.
15. Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI. Metilprednisolon. 2015. https://pionas.pom.go.id/monografi/metilprednisolon
18. ASHP. Methylprednisolone. 2026. https://www.drugs.com/monograph/methylprednisolone.html

Kontraindikasi dan Peringatan Me...

Artikel Terkait

  • Pedoman Klinis Tapering Off Penggunaan Kortikosteroid
    Pedoman Klinis Tapering Off Penggunaan Kortikosteroid
  • Glukokortikoid pada Terapi Croup Mengurangi Risiko Rawat di Rumah Sakit dan Serangan Ulang
    Glukokortikoid pada Terapi Croup Mengurangi Risiko Rawat di Rumah Sakit dan Serangan Ulang
Diskusi Terkait
dr. I Made Andi Saputra
Dibalas 25 September 2025, 18:35
Methylprednisolon dalam terapi vertigo
Oleh: dr. I Made Andi Saputra
8 Balasan
Alo dokter, beberapa kali saya mendapat pasien dengan gejala vertigo rujukan balik dari sejawat spesialis neurologi dalam terapinya terdapat methylpred 4mg,...
Anonymous
Dibalas 13 Januari 2025, 08:54
Pemberian metilprednisolon untuk pasien campak
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, ijin bertanya. Apakah pemberian metilprednisolon 2x4 mg selama 3 hari dibolehkan untuk pasien 17 thn dengan campak hari ke-5? Saat ini keluhan...
Anonymous
Dibalas 09 November 2024, 17:03
Metilprednisolone mengapa saat ini sering digunakan dalam terapi
Oleh: Anonymous
6 Balasan
Saya ingin bertanya , mengapa sekarang banyak sekali TS menggunakan Metilprednosolone dlm terapi , utk flu , utk gejala gastrointestinal dsb , apa dasar...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.