Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Kontraindikasi dan Peringatan Orlistat monika-natalia 2022-08-25T09:01:07+07:00 2022-08-25T09:01:07+07:00
Orlistat
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Kontraindikasi dan Peringatan Orlistat

Oleh :
dr.Krisandryka
Share To Social Media:

Kontraindikasi orlistat adalah pada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap orlistat atau komponennya, serta pada pasien dengan malabsorpsi kronik. Peringatan yang disajikan FDA sebagai black box warning obat ini adalah risiko hepatotoksisitas berat.[6,7]

Kontraindikasi

Orlistat tidak boleh diberikan pada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap orlistat atau komponennya. Orlistat juga kontraindikasi pada pasien dengan malabsorpsi kronik, kolestasis, anoreksia, bulimia, kehamilan, dan gangguan fungsi ginjal berat.[4,7]

Peringatan

Black box warning dari orlistat adalah terkait risiko hepatotoksisitas. Meskipun jarang, gangguan fungsi hepar yang berat telah dilaporkan. Pada kasus yang jarang, hal ini menyebabkan perlunya transplantasi hati hingga kematian.

Hepatotoksisitas

Pada kasus yang jarang, orlistat dapat menyebabkan cedera hepar berat dengan nekrosis hepatoseluler atau gagal hati akut. Gangguan hepar ini dapat sangat berat hingga pasien memerlukan transplantasi hati atau mengalami kematian. Apabila terdapat gejala disfungsi hati, seperti ikterus dan urine berwarna gelap, penggunaan orlistat harus segera dihentikan dan dilakukan evaluasi fungsi hati.[7]

Gangguan Absorpsi Vitamin Larut Lemak

Perlu diingat bahwa orlistat mengurangi absorpsi vitamin dan nutrien larut lemak, seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan beta karoten. Oleh karenanya, direkomendasikan untuk mengkombinasikan orlistat dengan multivitamin yang mengandung vitamin larut lemak untuk memastikan kebutuhan vitamin tercukupi.[4,5]

Efek Samping

Efek samping orlistat yang umum ditemui adalah steatorrhea. Efek samping gastrointestinal lainnya meliputi fecal spotting, diare, nyeri perut, dan fisura ani. Selain itu, orlistat dapat meningkatkan risiko gagal ginjal akut, nefropati oksalat, dan batu ginjal. Secara teoritis, obat ini juga dapat menyebabkan osteoporosis karena gangguan absorpsi kalsium dan vitamin D.[4,5]

Cara Penggunaan

Orlistat umumnya dikonsumsi 3 kali sehari di waktu makan utama yang mengandung lemak hingga 1 jam setelah makan. Pasien yang mengonsumsi orlistat tetap harus menjalani diet nutrisi seimbang, pembatasan kalori, dan 30% dari seluruh kalorinya diupayakan berasal dari lemak. Jika pasien melompati satu waktu makan atau makanannya tidak mengandung lemak, orlistat tidak perlu dikonsumsi.[5,6]

Penggunaan pada Pasien Diabetes

Penurunan berat badan dapat mempengaruhi kontrol glikemik pada pasien dengan diabetes mellitus. Evaluasi perlunya pengurangan dosis obat hipoglikemik oral atau insulin.[7]

Interaksi Obat

Orlistat dapat mempengaruhi absorpsi berbagai obat. Apabila harus digunakan secara bersama-sama, harus diberikan jeda cukup antar konsumsi kedua obat. Beberapa obat yang absorpsinya dipengaruhi orlistat adalah:

  • Antiepilepsi, seperti lamotrigine dan asam valproat: diperlukan pemantauan kadar antiepileptik dalam plasma
  • Amiodarone dan siklosporin: beri jeda minimal 2 jam antara dua obat tersebut dan lakukan pemantauan kadar amiodarone dan siklosporin

  • Levotiroksin: penggunaan bersama dapat mengakibatkan Beri jeda minimal 4 jam antara penggunaan dua obat tersebut

  • Warfarin: dapat mengakibatkan waktu protrombin memanjang karena orlistat mengurangi absorpsi vitamin K. Lakukan pemantauan parameter koagulasi

  • Antiretroviral, seperti zidovudin: lakukan pemantauan viral load[7]

Referensi

4. Bansal AB, Al Khalili Y. Orlistat. [Updated 2022 Jan 20]. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542202/#
5. National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 3034010, Orlistat. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Orlistat. Accessed Aug. 4, 2022.
6. Drugs.com. Orlistat. 2022. https://www.drugs.com/orlistat.html
7. Medscape.com. Orlistat (Rx, OTC). 2021. https://reference.medscape.com/drug/alli-xenical-orlistat-342068#0

Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...
Pengawasan Klinis Orlistat

Artikel Terkait

  • Liraglutide, Obat Antidiabetes untuk Menanggulangi Obesitas
    Liraglutide, Obat Antidiabetes untuk Menanggulangi Obesitas
  • Penggunaan Metformin sebagai Penurun Berat Badan pada Pasien Nondiabetik
    Penggunaan Metformin sebagai Penurun Berat Badan pada Pasien Nondiabetik
  • Farmakoterapi untuk Obesitas
    Farmakoterapi untuk Obesitas
  • Suplementasi Serat Bagi Kesehatan
    Suplementasi Serat Bagi Kesehatan
  • Semaglutide untuk Terapi Obesitas Tanpa Diabetes Mellitus
    Semaglutide untuk Terapi Obesitas Tanpa Diabetes Mellitus

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Eurena Maulidya Putri P
Dibalas 20 Februari 2025, 16:41
Kiat Praktis Menyusun Rencana Diet untuk Berat Badan Ideal 🍎🥗
Oleh: dr.Eurena Maulidya Putri P
2 Balasan
ALO Dokter!Menurunkan atau menambah berat badan bukan hanya soal mengurangi atau menambah porsi makan. Penyusunan rencana diet yang tepat harus dilakukan...
Anonymous
Dibuat 24 Januari 2025, 10:30
Program diet gizi bagaimana menentukan kebutuhan kalori harian
Oleh: Anonymous
0 Balasan
Bagaimana cara menentukan kebutuhan kalori harian dan aktivitas fisik seseorang, serta metode apa yang digunakan untuk melakukan program diet penurunan berat...
dr. Meva Nareza T
Dibalas 24 Januari 2025, 09:37
Manajemen Berat Badan dan Glukosa dalam Darah dengan Diet Rendah Indeks Glikemik - Infografik ALOMEDIKA
Oleh: dr. Meva Nareza T
2 Balasan
Alo Dokter!Selama beberapa dekade terakhir, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas terus meningkat di semua kelompok usia. Berdasarkan data RISKESDAS,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.