Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Digoxin general_alomedika 2022-09-13T08:00:11+07:00 2022-09-13T08:00:11+07:00
Digoxin
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Digoxin

Oleh :
Graciella N T Wahjoepramono
Share To Social Media:

Penggunaan digoxin pada kehamilan dikategorikan sebagai kategori C oleh Food and Drugs Administration atau FDA, dan kategori A oleh Therapeutic Goods Administration atau TGA. Penggunaan pada ibu menyusui sebaiknya dilakukan secara hati-hati karena digoxin diekskresikan pada air susu ibu (ASI).

Penggunaan pada Kehamilan

Digoxin termasuk ke dalam kategori C berdasarkan FDA, yang  berarti studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Berdasarkan TGA, digoxin termasuk kategori A. Artinya, obat telah digunakan oleh sejumlah besar wanita hamil dan wanita usia produktif tanpa bukti adanya peningkatan frekuensi malformasi atau efek buruk, baik direk atau indirek, terhadap fetus.

Berdasarkan bukti klinis, digoxin tidak berhubungan dengan cacat lahir mayor, abortus, maupun luaran buruk terhadap maternal atau janin.  Wanita hamil dengan gagal jantung mengalami peningkatan risiko persalinan preterm. Wanita hamil dengan atrial fibrilasi berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Penyakit jantung pada kehamilan dapat mengalami perburukan, bahkan mengakibatkan kematian maternal atau janin. Digoxin dapat digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Jika digoxin digunakan selama kehamilan, pantau tanda-tanda toksisitas digoxin pada neonatus, misalnya muntah atau aritmia. Kebutuhan dosis digoxin dapat meningkat selama kehamilan, dan menurun pada masa postpartum.[4,11,13]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Digoxin dapat diekskresikan melalui ASI dengan rasio milk-to-serum 0,6-0,9. Estimasi jumlah yang dikeluarkan ini masih jauh di bawah dosis pada bayi, sehingga seharusnya digoxin tidak menyebabkan efek pada bayi. Walau demikian, penggunaan pada ibu menyusui sebaiknya tetap dilakukan secara hati-hati.[5,13]

 

 

Direvisi oleh: dr. Livia Saputra

Referensi

4. FDA. Digoxin Tablets. Drugs.com. 2022 https://www.drugs.com/pro/digoxin-tablets.html#s-34070-3
5. 12. AHSP. Digoxin. Drugs.com. 2022. https://www.drugs.com/digoxin.html
11. TGA. Prescribing medicines in pregnancy database. Therapeutic Goods Administration. 2022. https://www.tga.gov.au/prescribing-medicines-pregnancy-database
13. Medscape. Digoxin. 2022. https://reference.medscape.com/drug/lanoxin-digoxin-342432#0

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Di...

Artikel Terkait

  • Torakosentesis Tidak Bermanfaat pada Kasus Gagal Jantung – Telaah Jurnal Alomedika
    Torakosentesis Tidak Bermanfaat pada Kasus Gagal Jantung – Telaah Jurnal Alomedika
  • Manajemen Ketoasidosis Diabetik pada Pasien Gagal Jantung dan Gagal Ginjal
    Manajemen Ketoasidosis Diabetik pada Pasien Gagal Jantung dan Gagal Ginjal
  • Waspadai Obat yang Dapat Memperparah Kondisi Gagal Jantung Berikut Ini
    Waspadai Obat yang Dapat Memperparah Kondisi Gagal Jantung Berikut Ini
  • Penggunaan Digoxin Pada Gagal Jantung: Keamanan dan Manfaat
    Penggunaan Digoxin Pada Gagal Jantung: Keamanan dan Manfaat
  • BNP dan NT-proBNP sebagai Penanda Diagnosis Gagal Jantung
    BNP dan NT-proBNP sebagai Penanda Diagnosis Gagal Jantung

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 19 Desember 2024, 07:06
Myocarditis dengan ASTO negatif
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, saya mendapatkan pasien anak2 usia 12 tahun datang dengan keluhan muntah2 sering setiap makan dan minum, lemas, keringat dingin. Sampao di IGD...
Anonymous
Dibalas 22 Oktober 2024, 13:26
Tatalaksana hipertensi dengan edema kedua tungkai di puskesmas
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Izin tanya dok, px tidak ada keluhan. Namun pada pemeriksaan kaki edema +/+. Riwayat penyakit hipertensi tidak berobat rutin, TD 150/70. Baiknya penanganan...
Anonymous
Dibalas 30 September 2024, 11:40
Apakah chf dan stroke tidak ada hubungannya?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Izin diskusi dokter. Pasien 62 th setelah rawat inap dan d rawat oleh 2 sp. SpJp dgn dx chf dan spN dgn dx stroke.. kmdian pasien kontrol stlah rawatan,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.