Epidemiologi Pollen Allergy
Data epidemiologi menunjukkan bahwa alergi serbuk sari atau pollen allergy merupakan salah satu jenis rhinitis alergi yang paling sering ditemukan. Kejadiannya dipengaruhi oleh predisposisi genetik, paparan lingkungan, kebiasaan gaya hidup, iklim, dan faktor geografi.[10]
Global
Alergi serbuk sari merupakan salah satu penyebab tersering rhinitis alergi. Kondisi rhinitis alergi sendiri telah dilaporkan memengaruhi 20-30% orang dewasa dan 40% anak. Jumlah serbuk sari, kelimpahan serbuk sari, penyebarannya, dan tingkat alergenisitasnya merupakan parameter yang dipengaruhi oleh iklim lokal, kondisi geografis, dan vegetasi, sehingga faktor-faktor tersebut juga memengaruhi angka kejadian alergi serbuk sari.[10]
Di Amerika Serikat, alergi serbuk sari dilaporkan memengaruhi sekitar 60 juta orang per tahun. Sementara itu, menurut sebuah studi di Cina, hasil positif terhadap pollen allergen lebih tinggi ditemukan pada anak usia lebih besar, dengan hasil positif juga dipengaruhi lokasi geografis, yakni lebih banyak di Cina bagian utara dan barat dibandingkan bagian timur dan selatan.[12,15]
Indonesia
Belum ada data epidemiologi nasional mengenai alergi serbuk sari di Indonesia.
Mortalitas
Alergi serbuk sari atau pollen allergy tidak secara langsung menyebabkan kematian, namun beberapa studi menunjukkan bahwa keadaan ini dapat memiliki komplikasi pada saluran respirasi dan sistem kardiovaskular.
Studi mengenai mortalitas akibat alergi serbuk sari yang dilakukan di Area Metropolitan Helsinki, Finlandia menunjukkan bahwa paparan yang banyak oleh serbuk sari alder dapat dengan signifikan meningkatkan risiko kematian karena gangguan pada sistem respirasi, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Menurut studi yang sama, alergen serbuk Mugwort secara signifikan meningkatkan angka mortalitas kardiovaskular.[8]
Lebih lanjut, pasien yang mengalami alergi serbuk sari juga lebih cenderung mengalami komorbiditas asma.[10]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha