Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Transient Ischemic Attack (TIA) general_alomedika 2024-04-02T12:38:47+07:00 2024-04-02T12:38:47+07:00
Transient Ischemic Attack (TIA)
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Transient Ischemic Attack (TIA)

Oleh :
dr. Reren Ramanda
Share To Social Media:

Transient ischemic attack (TIA), atau disebut juga stroke ringan, adalah disfungsi pada suatu area otak, medula spinalis, atau retina yang disebabkan oleh iskemia, dan hanya berlangsung beberapa jam. Serupa dengan stroke, kondisi iskemia pada TIA akan menimbulkan gejala klinis berupa defisit neurologis, tetapi pada TIA gejala bersifat transien dan akan mengalami resolusi dalam kurang dari 24 jam.[1-3]

Gangguan visual transien yang berhubungan dengan iskemia retina dianggap sebagai kebutaan monokular transien dan termasuk dalam golongan TIA. Sementara itu, gejala transien seperti gangguan kesadaran, pingsan, pusing, amnesia, kebingungan, vertigo, disartria, disfagia, atau diplopia tidak termasuk dalam kelompok TIA kecuali berhubungan dengan gejala iskemia batang otak.[2]

TIA

Anamnesis harus mencakup riwayat gejala neurologis transien, seperti kelemahan unilateral, gangguan bicara, atau gangguan penglihatan, serta faktor risiko kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes, dan atrial fibrilasi. Pemeriksaan fisik harus mencakup evaluasi neurologis menyeluruh, termasuk pengukuran tekanan darah, pemeriksaan funduskopi untuk mencari tanda-tanda emboli, dan auskultasi pembuluh darah untuk menilai adanya bruit karotis.

Pemeriksaan penunjang seperti MRI atau CT scan kepala, elektrokardiogram (EKG), echocardiogram, dan pemeriksaan laboratorium seperti profil lipid dan koagulasi sangat penting. Hasil dari pemeriksaan ini dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis TIA dengan memperjelas adanya iskemia sementara yang tidak menimbulkan kerusakan permanen pada otak, serta membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasari seperti emboli kolesterol dari lesi aterosklerotik, emboli dari jantung, atau vasospasme.[1,3]

Pendekatan tata laksana TIA melibatkan evaluasi cepat untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari dan mengurangi risiko stroke berulang. Ini termasuk pemberian antiplatelet segera setelah diagnosis, kontrol faktor risiko kardiovaskular seperti hipertensi dan diabetes, serta pemberian terapi antikoagulan. Pasien juga perlu dievaluasi untuk menilai keperluan intervensi seperti endarterektomi karotis atau terapi farmakologis untuk mencegah kejadian stroke berikutnya.[4-6]

 

Penulisan pertama oleh: dr. Imanuel Natanael Tarigan

Referensi

1. Coutts, SB. Diagnosis and Management of Transient Ischemic Attack. Continuum (Minneap Minn). 2017 Feb 3; 23(1): 82–92. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5898963/
2. Lioutas, VA et al. Incidence of Transient Ischemic Attack and Association With Long-term Risk of Stroke. JAMA. 2021;325(4):373-381. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2775447
3. Panuganti, KK. Tadi, P and Lui, F. Transient Ischemic Attack. Statpearl. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459143/
4. Garcia, JO. Et al. Recent advances in the management of transient ischemic attacks. Fac Rev. 2022; 11: 19. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9340656/
5. Perry, JJ. Et al. Transient ischemic attack and minor stroke: diagnosis, risk stratification and management. CMAJ. 2022 Oct 11; 194(39): E1344–E1349. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9616153/
6. Shahjouei, S. et al. Transient Ischemic Attack Outpatient Clinic: Past Journey and Future Adventure. J Clin Med. 2023 Jul; 12(13): 4511. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10342821/

Patofisiologi Transient Ischemic...

Artikel Terkait

  • Durasi Aspirin dan Clopidogrel Pasca Stroke Iskemik atau Transient Ischemic Attack – Telaah Jurnal Alomedika
    Durasi Aspirin dan Clopidogrel Pasca Stroke Iskemik atau Transient Ischemic Attack – Telaah Jurnal Alomedika
Diskusi Terkait
dr.Verita Dian Permatasari
Dibalas 13 Agustus 2019, 07:03
bagaimana tatalaksana pasien TIA?
Oleh: dr.Verita Dian Permatasari
8 Balasan
Alo dokter saya mau bertanya, kemarin saya kedatangan pasien di igd dengan keluhan lemah tubuh sebelah kiri pada pukul 02.00 mulut mencong, keluhan khas...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.