Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Dakriostenosis general_alomedika 2022-10-18T09:17:48+07:00 2022-10-18T09:17:48+07:00
Dakriostenosis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Dakriostenosis

Oleh :
dr.Saphira Evani
Share To Social Media:

Dakriostenosis adalah obstruksi pada duktus nasolakrimalis. Dakriostenosis dapat dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu dakriostenosis kongenital dan dakriostenosis didapat (acquired).[1-4]

Dakriostenosis kongenital, terutama persistensi membran pada Hasner’s valve, dilaporkan sebagai penyebab tersering epiphora dan discharge okular pada bayi. Sementara itu, dakriostenosis didapat merupakan penyebab epiphora nontraumatik tersering pada dewasa, yang dapat disebabkan oleh rhinitis alergi atau sinusitis maksilaris.[1-4]

Dakriostenosis-min

Diagnosis dakriostenosis umumnya dapat ditegakkan secara klinis, tanpa memerlukan pemeriksaan penunjang lain. Apabila gejala meragukan, dapat dilakukan irigasi sistem drainase lakrimal dengan cairan salin normal disertai fluoresensi, di mana refluks yang terjadi mengindikasikan stenosis.[1-4]

Dakriostenosis kongenital umumnya ditata laksana konservatif,  yaitu observasi dan tindakan pemijatan Crigler. Selain itu, dapat pula diberikan antibiotik topikal bila diperlukan. Umumnya, penatalaksanaan konservatif dilakukan pada anak usia <6 bulan. Mayoritas pasien mengalami penyembuhan saat berusia 1 tahun, di mana jika tidak mengalami perbaikan setelah usia 1 tahun maka membutuhkan tindakan invasif, seperti probing dan pembedahan.[1-4]

Untuk kasus dakriostenosis didapat, terapi definitif adalah pembedahan dakriosistorinostomi.[1-4]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Kuhli-Hattenbach C, Luchtenberg M, et al. Increased prevalence of congenital dacryostenosis following cesarean section. Der Ophthalmologe : Zeitschrift der Deutschen Ophthalmologischen Gesellschaft, 2016. 113(8):675-683.
2. Paulsen, F. New insights into the pathophysiology of primary acquired dacryostenosis. Ophthalmology, 2001. 108(12), 2329–2336. doi:10.1016/s0161-6420(01)00946-0
3. Pezzoli M, Patel BC. Dacryostenosis. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan. PMID: 33085279.
4. Worak SR. Nasolacrimal duct obstruction and epiphora. Medscape. 2018. https://emedicine.medscape.com/article/1210141-overview#a5

Patofisiologi Dakriostenosis
Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 6 jam yang lalu
Lonjakan Flu 2026! Diskusi dengan ahlinya, yuk, Dok!
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Super flu?!? Flu tak membunuh sendiri!Stop steroid, waspadai infeksi sekunder, dan perbarui tata laksana.Segera Daftar!Webinar “Influenza Outbreak...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 8 jam yang lalu
Ikuti MOOC/e-Course BerSKP - Pendekatan Klinis pada Prematuritas serta Kelainan Kongenital
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!🤱Deteksi dini dan penanganan yang tepat berperan penting dalam mencegah komplikasi pada bayi prematur dan bayi dengan kelainan kongenital. Upaya...
Anonymous
Dibalas 8 jam yang lalu
Pasien 7 tahun dengan nyeri telinga dan telinga penuh serumen, apakah perlu dirujuk atau diberi tetes telinga?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO dokter, saya ada kasus anak usia 7 th keluhan bapilnas dan telinga nyeri. Saat saya periksa, telinga penuh serumen (tp bkn serumen prop) hingga MT sukar...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.