Etiologi Kontraktur Dupuytren
Etiologi kontraktur Dupuytren atau Dupuytren contracture belum sepenuhnya dipahami, namun diduga melibatkan faktor genetik, metabolik, dan lingkungan yang memicu proliferasi fibroblas dan produksi kolagen abnormal pada fasia palmaris. The Genome-Wide Association Study atau GWAS telah mengidentifikasi 26 regio genomik yang berkaitan dengan penyakit Dupuytren.[3-5]
Etiologi
Kontraktur Dupuytren umumnya diturunkan secara autosomal dominan, tetapi etiologi dapat bersifat multifaktorial. Beberapa studi menunjukkan asosiasi positif antara kontraktur Dupuytren dengan kelas human leukocyte antigens (HLA) spesifik, yakni HLA-B12, HLA-A1 dan DR4, HLA-DR3, HLA-DRB1*15 (HLA-DR2) dan HLA-DRB1*01 (HLA-DR1).
Selain itu, dalam studi GWAS, tampak bahwa loci yang non-different terlibat dalam kerentanan terhadap penyakit Dupuytren. Loci ini mencakup tiga gen WNT, satu gen untuk secreted frizzled related protein (SFRP), dan satu gen untuk R-spondin (RSPO2). Hubungan dengan protein dalam jalur WNT ini mengisyaratkan bahwa anomali dalam jalur ini berhubungan dengan kerentanan terhadap kontraktur Dupuytren.[2,5]
Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko kontraktur Dupuytren adalah sebagai berikut:
- Keluarga dengan riwayat kontraktur Dupuytren
- Jenis kelamin pria (80% penderita adalah pria), terutama di usia tua
- Penyakit liver
- Alkoholisme
- Epilepsi
- Pekerjaan manual dalam jangka panjang dan pekerjaan dengan alat bergetar (vibration exposure) selama >15 tahun.[1,3-5]