Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Middle East Respiratory Syndrome (MERS) general_alomedika 2026-08-25T17:09:05+07:00 2026-08-25T17:09:05+07:00
Middle East Respiratory Syndrome (MERS)
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

Oleh :
Rainey Ahmad Fajri Putranta
Share To Social Media:

Prognosis Middle East Respiratory Syndrome (MERS) memburuk seiring bertambah usia dan tingkat keparahan penyakit penyerta pada pasien. Tidak hanya itu, dengan adanya komplikasi, pemberian terapi yang tidak adekuat, serta komorbid yang banyak prognosis MERS juga semakin buruk.[3,4,11,12,18]

Komplikasi

Komplikasi yang paling sering adalah pneumonia berat yang dapat berkembang menjadi acute respiratory distress syndrome (ARDS), suatu kondisi gagal napas akut akibat kerusakan luas pada paru-paru sehingga pasien memerlukan terapi oksigen intensif atau ventilasi mekanik.

Selain gangguan pernapasan, MERS juga dapat menyebabkan syok septik. Risiko komplikasi berat lebih tinggi pada lansia serta individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus, penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit ginjal kronis.

Selain komplikasi paru, MERS dapat menimbulkan disfungsi multiorgan, terutama gagal ginjal akut. Komplikasi lain yang dapat terjadi meliputi gangguan neurologis yang jarang tetapi serius, termasuk ensefalitis, kejang, stroke, gangguan kesadaran, dan neuropati

Lebih lanjut, MERS memiliki case fatality rate yang tinggi, yaitu secara global mencapai sekitar 37%. Hal ini mencerminkan besarnya risiko komplikasi berat dan kegagalan multiorgan yang dapat terjadi pada infeksi ini.[1-4,12,20,23]

Prognosis

Sampai saat ini, prognosis MERS masih buruk, dengan tingkat fatalitas global sebesar 37%. Prognosis lebih buruk diasosiasikan dengan usia >60 tahun, merokok, riwayat pneumonia, fungsi ginjal abnormal, dan komorbiditas.

Selain itu, adanya perubahan status mental, hipoalbuminemia, dan pneumonia berat pada saat masuk rawat inap juga merupakan faktor-faktor yang berisiko menyebabkan mortalitas pada pasien MERS.[3,12]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. World Health Organization (WHO). Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV), Fact Sheet. Geneva: WHO. 2025. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/middle-east-respiratory-syndrome-coronavirus-(mers-cov)
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV). Jakarta: Kementerian Kesehatan. 2017. https://infeksiemerging.kemkes.go.id/download/Buku_Kesiagaan_MERS.pdf
3. Memish ZA, Perlman S, Van Kerkhove MD, Zumla A. Middle East respiratory syndrome. Lancet. 2020 Mar 28;395(10229):1063-1077. doi: 10.1016/S0140-6736(19)33221-0.
4. Ramadan N, Shaib H. Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV): A review. Germs. 2019 Mar 1;9(1):35-42. doi: 10.18683/germs.2019.1155.
11. Hui DS, Azhar EI, Kim YJ, Memish ZA, Oh MD, Zumla A. Middle East respiratory syndrome coronavirus: risk factors and determinants of primary, household, and nosocomial transmission. Lancet Infect Dis. 2018 Aug;18(8):e217-e227. doi: 10.1016/S1473-3099(18)30127-0
12. WHO. Middle East respiratory syndrome: global summary and assessment of risk. 2026. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/5102de84-cacb-4eb7-b021-149b90997df5/content
18. Rabaan AA, Al-Ahmed SH, Sah R, et al. MERS-CoV: epidemiology, molecular dynamics, therapeutics, and future challenges. Ann Clin Microbiol Antimicrob. 2021 Jan 18;20(1):8
20. BMJ Best Practice. Middle East respiratory syndrome (MERS). 2026. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/1301
23. Alshebri MS, Alshouimi RA, Alhumidi HA, Alshaya AI. Neurological Complications of SARS-CoV, MERS-CoV, and COVID-19. SN Compr Clin Med. 2020;2(11):2037-2047. doi: 10.1007/s42399-020-00589-2.

Penatalaksanaan Middle East Resp...
Edukasi dan Promosi Kesehatan Mi...

Artikel Terkait

  • Efikasi Masker Bedah dan Masker Respirator N95 untuk Mencegah Infeksi Saluran Pernapasan pada Tenaga Medis
    Efikasi Masker Bedah dan Masker Respirator N95 untuk Mencegah Infeksi Saluran Pernapasan pada Tenaga Medis
  • Klorokuin Fosfat dan Remdesivir Sebagai Terapi COVID- 19
    Klorokuin Fosfat dan Remdesivir Sebagai Terapi COVID- 19
  • Apakah Terapi Plasma Konvalesens untuk COVID-19 Masih Diperlukan?
    Apakah Terapi Plasma Konvalesens untuk COVID-19 Masih Diperlukan?
  • Bukti Ilmiah Physical Distancing pada Pandemi COVID-19
    Bukti Ilmiah Physical Distancing pada Pandemi COVID-19
  • Fibrosis Paru Pada Pasien COVID-19
    Fibrosis Paru Pada Pasien COVID-19

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 11 jam yang lalu
Cikunguyah
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Sore dok izin diskusiSaya kedatangan pasien permepuan usia 36 thn mengeluhkan 3 minggu yang lalu sempat demam ± 3hari ( sekarang sdh tdk demam) di sertai...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 18 jam yang lalu
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Infeksi Soil-Transmitted Helminth dan Protozoa
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter! Link daftar: https://www.alomedika.com/ecourse/infeksi-soil-transmitted-helminth-dan-protozoa-usus  Link LMS:...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 24 Agustus 2026, 13:10
Acne bukan sekadar masalah kulit! Ikuti e-Course Update Terkini Acne Vulgaris: Dari Skincare hingga Terapi Sistemik
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Acne bukan sekadar masalah kulit— terapi terbaru dapat mengubah cara Anda memilih kombinasi terapi untuk setiap pasien.Segera daftar dan ikuti...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.