Etiologi Infeksi Saluran Pernapasan Bawah (ISPB)
Etiologi infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) melibatkan berbagai patogen, termasuk virus respiratory syncytial virus (RSV) dan influenza, bakteri Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae, serta infeksi jamur pada populasi imunokompromais. Faktor risiko meliputi usia balita dan lansia, paparan polusi, kebiasaan merokok, serta penggunaan ventilator. Malnutrisi, anemia, dan penyakit kronis juga merupakan faktor risiko.[1–3,5–7,11,12,14–16].
Virus
Virus merupakan penyebab utama ISPB pada anak dan dewasa muda. Virus yang paling banyak dikaitkan dengan ISPB adalah RSV, influenza, parainfluenza, dan adenovirus. Virus lainnya mencakup COVID-19. Infeksi virus sering menyebabkan inflamasi difus pada saluran pernapasan bawah, mengganggu pertukaran gas, dan meningkatkan risiko infeksi sekunder oleh bakteri.[1–3,5,12–15]
Bakteri
Patogen bakteri yang umum dikaitkan dengan ISPB mencakup Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Staphylococcus aureus, dan Klebsiella pneumoniae. Bakteri ini dapat mengkolonisasi saluran pernapasan bawah setelah menginvasi pertahanan primer paru, seperti barier mukosilier dan makrofag alveolar, dan sering menjadi penyebab pneumonia berat, termasuk ventilator associated pneumonia (VAP).[1,2,5–9]
Jamur
Jamur seperti Aspergillus spp. atau Candida spp. dapat menyebabkan ISPB yang muncul sebagai komplikasi pada pasien dengan imunosupresi, penyakit hematologi, atau penggunaan antibiotik jangka panjang. Contoh kondisi yang meningkatkan kemungkinan infeksi jamur sebagai etiologi ISPB adalah HIV dan penggunaan kemoterapi.[7,13–16]
Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko terjadinya ISPB antara lain usia, jenis kelamin, malnutrisi, kebiasaan merokok, paparan polusi udara, dan kondisi imunokompromais.
Usia
Lansia memiliki insidensi ISPB yang tinggi dengan manifestasi yang lebih berat dan angka mortalitas lebih tinggi. Pada anak balita, ISPB terutama pneumonia masih menjadi penyebab morbiditas yang tinggi setiap tahunnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor risiko lain seperti riwayat berat badan lahir rendah, tidak memperoleh ASI eksklusif, dan imunisasi yang tidak lengkap.[1,2,11,12]
Malnutrisi dan Anemia
Kondisi malnutrisi dan anemia meningkatkan risiko ISPB terutama pada anak usia <5 tahun. Angka mortalitas akibat ISPB juga meningkat pada kondisi malnutrisi.[14,16]
Penyakit Kronis
Penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular, asma, dan penyakit paru kronis lainnya meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi ISPB.[1,7]
Paparan Lingkungan
Penelitian pada anak balita menunjukkan bahwa paparan terhadap asap rokok dapat meningkatkan risiko ISPB. Penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara kejadian ISPB dengan adanya anggota keluarga yang merokok di rumah.
Polusi udara di lingkungan rumah tinggal akibat penggunaan bahan bakar misalnya minyak tanah untuk memasak, terbukti meningkatkan risiko ISPB pada anak dan dewasa. Ventilasi rumah yang tidak baik juga memiliki pengaruh terhadap risiko ISPB.[1–3,14]
Penggunaan Ventilator
Ventilator dapat memfasilitasi masuknya bakteri ke saluran pernapasan bawah.[7,15]
Kondisi Imunokompromais
ISPB merupakan salah satu infeksi yang banyak ditemukan pada pasien dengan kondisi imunokompromais. Sering kali ISPB pada kondisi imunokompromais memiliki gejala yang atipikal. Selain oleh karena infeksi virus dan bakteri, infeksi jamur juga banyak ditemukan pada pasien imunokompromais.[7,13-16]
Penulisan pertama oleh: dr. Saphira Evani