Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Infeksi Saluran Pernapasan Bawah (ISPB) general_alomedika 2026-01-12T08:52:58+07:00 2026-01-12T08:52:58+07:00
Infeksi Saluran Pernapasan Bawah (ISPB)
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Infeksi Saluran Pernapasan Bawah (ISPB)

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Patofisiologi infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) diawali dengan masuknya patogen melalui proses inhalasi, aspirasi, ataupun penyebaran secara hematogen. Patogen akan berinokulasi dan multiplikasi pada epitel saluran pernapasan kemudian menimbulkan reaksi inflamasi dan respon sistemik.

Reaksi inflamasi pada saluran pernapasan tersebut akan menimbulkan gejala seperti batuk produktif, sesak, dan perubahan bunyi napas. Respon sistemik yang paling sering muncul adalah demam.[1,2,5,6]

Infeksi Patogen Penyebab

Patogen penyebab ISPB biasanya masuk ke saluran napas melalui beberapa jalur utama:

  • Inhalasi droplet yang mengandung virus atau bakteri, terutama di lingkungan dengan ventilasi buruk, memungkinkan patogen mencapai bronkus dan alveolus.
  • Aspirasi sekresi dari saluran pernapasan atas membawa mikroba dari hidung atau tenggorokan ke paru, terutama pada individu dengan refleks batuk yang lemah atau gangguan neurologis.
  • Penyebaran hematogen dari infeksi sistemik dapat membawa patogen ke jaringan paru, sering terjadi pada pasien imunokompromais atau kondisi klinis berat.[1,2,5]

Setelah mencapai saluran pernapasan bawah, patogen menempel pada epitel bronkus dan alveolus menggunakan adhesin atau protein permukaan khusus, yang memungkinkan mereka berkembang biak. Tahap ini merupakan interaksi awal kritis dengan pertahanan primer paru, termasuk barrier mukosilier dan makrofag alveolar.

Hasil dari interaksi tersebut menentukan seberapa cepat infeksi berkembang, sejauh mana sel imun dan sitokin diaktifkan, serta seberapa luas kerusakan jaringan paru yang terjadi, yang kemudian mempengaruhi munculnya gejala klinis[1,2,5].

Mekanisme Pertahanan Saluran Napas Bawah

Barrier mukosilier merupakan pertahanan fisik pertama di mana mukus yang diproduksi oleh sel goblet dan kelenjar submukosa menangkap partikel, debris, dan mikroba. Silia yang melapisi epitel saluran pernapasan kemudian secara ritmis menggerakkan mukus keluar dari paru menuju faring. Kerusakan atau gangguan pada barrier mukosilier dapat menurunkan efektivitas pertahanan ini dan meningkatkan risiko infeksi.

Selain itu, terdapat makrofag alveolar berperan sebagai pertahanan imun seluler. Sel-sel ini menelan dan menghancurkan patogen melalui fagositosis, serta memproduksi sitokin pro inflamasi seperti interleukin-6 (IL-6), tumor necrosis factor-α (TNF-α), dan interleukin-1beta (IL-1β).

Sitokin ini berfungsi merekrut sel imun lain, termasuk neutrofil, ke lokasi infeksi dan menginisiasi respon inflamasi lokal yang membatasi penyebaran mikroba. Aktivasi makrofag alveolar juga penting untuk menghubungkan sistem imun alamiah dengan sistem imun adaptif, misalnya melalui presentasi antigen ke limfosit T dan B.[1,2,5]

Efek Kerusakan Jaringan

Kerusakan jaringan paru akibat ISPB mengganggu fungsi alveolus dan pertukaran gas. Edema alveolar, infiltrasi sel inflamasi, dan akumulasi mukus menyebabkan batuk produktif dan sesak napas, sedangkan respons sistemik terhadap peradangan memunculkan demam.

Pada kasus yang lebih berat, kerusakan alveolar yang luas dapat menurunkan oksigenasi darah, menimbulkan hipoksemia, dan meningkatkan risiko komplikasi seperti pneumonia berat atau acute respiratory distress syndrome (ARDS).[1,2,5,6]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Saphira Evani

Referensi

1. Malakounidou E, Tsiri P, Theochari E, Koulousousa E, Karampitsakos T, Tzouvelekis A. Lower respiratory tract infections treatment recommendations: An overview. Pneumon, 36(3), 17. 2023. https://doi.org/10.18332/pne/163184
2. Hussain SM, Rumaisa N, Keshav J. Understanding Lower Respiratory Tract Infection: A Comprehensive Review of Associated Risk Factors. Ann Pulm Res Med. 2024; 2(1): 1006. 2024. https://www.remedypublications.com/open-access/understanding-lower-respiratory-tract-infection-a-comprehensive-review-of-associated-10135.pdf
5. Ulsamer A, Bonilla S, Pérez-Fernández X, Rello J, Sabater-Riera J. The pathogenesis of ventilator-associated pneumonia: old and new mechanisms. Expert Review of Respiratory Medicine, 19(7), 655–671. 2025. https://doi.org/10.1080/17476348.2025.2493366
6. Duyu M, Karakaya Z. Viral etiology and outcome of severe lower respiratory tract infections among critically ill children admitted to the PICU. Med Intensiva. 2021;45(8):447–458. doi:10.1016/j.medine.2020.04.011. 2021. https://www.medintensiva.org/en-viral-etiology-outcome-severe-lower-articulo-S2173572721001259

Pendahuluan Infeksi Saluran Pern...
Etiologi Infeksi Saluran Pernapa...

Artikel Terkait

  • Dexamethasone untuk Mempercepat Waktu Pemulihan Pasien Anak dengan Pneumonia Komunitas
    Dexamethasone untuk Mempercepat Waktu Pemulihan Pasien Anak dengan Pneumonia Komunitas
  • Red Flag Noisy Breathing pada Bayi
    Red Flag Noisy Breathing pada Bayi
  • Red Flags Batuk pada Bayi dan Anak
    Red Flags Batuk pada Bayi dan Anak
  • Manajemen PPOK Menurut Pedoman GOLD 2023
    Manajemen PPOK Menurut Pedoman GOLD 2023
  • Pedoman Penanganan PPOK 2025 – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Penanganan PPOK 2025 – Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 25 November 2025, 09:38
Sesak napas pada anak usia 8 bulan dengan riwayat bronkopneumonia
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo Dokter, Assalamualaikum.. sy memiliki pasien anak usia 8 bulan BB 7 kg. keluhan sesak disertai demam . Keluhan tanpa disertai batuk flu. Pasien punya...
Anonymous
Dibalas 25 September 2025, 18:32
Tbc reinfeksi atau bronchopneumonia? Bagaimana melakukan diagnosisnya?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, izin diskusi dok. Pasien anak 3 tahun datang dgn keluhan demam 4 mgg,batuk4 mgg, bb turun tidak ada kontak tbc skrg, kgb tdk membesar, rontgen...
dr.Meidina
Dibalas 01 Juli 2025, 22:25
Diagnosis sesak yang tepat? - ALOPALOOZA Paru-paru
Oleh: dr.Meidina
1 Balasan
Pasien laki-laki usia 62th datang ke IGD dengan keluhan utama sesak napas meningkat sejak 2 hari yll, sesak hilang timbul, sesak tidak menciut, meningkat...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.